Perkuat Akurasi Data Pertanian, BRMP Sulbar Gelar Workshop SIMLUHTAN, eRDKK, dan e-Banper
Mamuju, 27 Oktober 2026— Akurasi data menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian, terutama dalam memastikan bantuan pertanian tepat sasaran. Untuk memperkuat kapasitas penyuluh dalam pengelolaan data dan pemanfaatan sistem digital, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat menggelar workshop bertajuk “Pengelolaan SIMLUHTAN, eRDKK, dan e-Banper dalam Mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian" di Aula BRMP Sulawesi Barat, Selasa (27/10).
Kegiatan ini dihadiri Kepala BRMP Sulawesi Barat, Sumarni Panikkai, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat, penyuluh CWS, serta 100 perwakilan penyuluh pertanian dari seluruh wilayah Sulawesi Barat. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) Kementerian Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro, turut memberikan sambutan dan arahan secara daring.
Dalam sambutannya, Sumarni Panikkai menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mengawal pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian di tingkat lapangan. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendampingan petani, tetapi juga memastikan data dan pelaporan kegiatan tersusun secara akurat melalui pemanfaatan instrumen digital yang tersedia.
Ia berharap workshop ini dapat meningkatkan kemampuan penyuluh pertanian dalam mengoperasikan sistem informasi pertanian, khususnya dalam proses penginputan data dan penyusunan laporan. Dengan pengelolaan data yang tertib dan akurat, penyuluh diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program secara lebih efektif serta membantu memastikan kebijakan dan bantuan pemerintah sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro, menekankan pentingnya Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN) sebagai basis data dalam mendukung penyaluran bantuan pertanian. Menurutnya, keakuratan dan kesesuaian data menjadi aspek penting agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik.
Melalui peningkatan kapasitas penyuluh pertanian sebagai administrator SIMLUHTAN, diharapkan data yang dikelola di daerah senantiasa sinkron dengan data di tingkat pusat. Sinkronisasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan program, pengambilan kebijakan, serta penyaluran bantuan pertanian yang lebih tepat sasaran.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai tiga instrumen digital yang mendukung pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian. Materi pertama membahas SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian), yang berperan dalam pengelolaan data penyuluh dan kelembagaan penyuluhan pertanian.
Materi berikutnya membahas eRDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), yaitu sistem yang digunakan dalam perencanaan kebutuhan serta mendukung penyaluran dan pengawasan alokasi pupuk bersubsidi di Indonesia. Pengelolaan data eRDKK yang akurat diperlukan untuk membantu memastikan perencanaan kebutuhan pupuk sesuai dengan data dan kondisi petani di lapangan.
Sementara itu, e-Banper (Elektronik Bantuan Pemerintah) merupakan platform digital Kementerian Pertanian untuk mengelola rangkaian proses bantuan pemerintah. Pemahaman terhadap sistem ini diharapkan dapat meningkatkan ketertiban administrasi dan mendukung pengelolaan bantuan secara lebih transparan serta akuntabel.
Ketiga instrumen tersebut memiliki peran yang saling mendukung dalam pelaksanaan program pertanian. SIMLUHTAN membantu pengelolaan data penyuluhan, eRDKK mendukung perencanaan kebutuhan pupuk bersubsidi, sedangkan e-Banper menunjang pengelolaan bantuan pemerintah. Karena itu, peningkatan kapasitas penyuluh dalam menggunakan sistem tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas data dan pelaksanaan program di daerah.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan sistem, penginputan data, serta pelaporan. Sesi ini juga menjadi ruang bagi para penyuluh untuk mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan administrasi dan pengelolaan data di wilayah kerja masing-masing.
Melalui workshop ini, BRMP Sulawesi Barat berupaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian, khususnya penyuluh yang berperan langsung dalam pendampingan petani dan pengawalan program pemerintah. Peningkatan kompetensi digital diharapkan dapat mendukung pengelolaan data yang lebih akurat, sinkron, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BRMP Sulawesi Barat, dan penyuluh pertanian, pengelolaan sistem informasi diharapkan semakin optimal dalam mendukung pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian serta memperkuat pembangunan pertanian di Sulawesi Barat.